Monday, February 7, 2011
Sesalku di ujung mautku

Saat nafas terasa sesak
Kumulai mendengar  detak  jantungku
Semakin lemah dan lemah
Ku tatap dinding langit
Tak begitu jelas
Hanya bayang-bayang kegelapan terpancar didepan ku
Mata ku mulai menyusuri kegelapan itu
Dan aku melihat...
Aku yamg dulu..
Aku punya mata, tapi aku buta
Aku punya telinga ,tapi aku tuli
Tubuhku dipermainkan oleh nafsu
Aku bertanya”apa itu benar-benar aku”?
Rasa ingin tanganku ini,menghapus semua bayang
Bayang itu
Tapi terlambat!
Kini aku tak bisa apa-apa.
Hanya bisa menunggu,menunggu kapan datangnya ajalku

0 comments:

Post a Comment